Powered By Blogger

Total Tayangan Halaman

Tampilkan postingan dengan label tips property. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips property. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Februari 2010

TIPS JADI MARKETING HANDAL

Trik di bawah ini akan membantu membuat klien atau si calon bos baru itu bertekuk lutut.
Ada beberapa kendala yang biasanya dihadapi oleh mereka yang gagal mendapatkan klien.

1. Tidak Tahu Kebutuhan Klien
Kesalahan yang sering terjadi adalah Anda tidak faham kebutuhan klien. Keberhasilan jualan, ditentukan pula oleh seberapa besar pengetahuan Anda tentang kebutuhan mereka. Misal, mereka sedang butuh pasta gigi, eh, Anda malah memberinya sabun mandi. Kalau mau tahu yang mereka butuhkan, cari informasi kanan-kiri, baik dari eksternal maupun internal klien sendiri.

2. Deadline Selalu Jadi Alasan
Soal deadline yang mepet kerap dijadikan dalih ketidakberhasilan menembus klien.Buatlah time table, daftarlah deretan nama klien lengkap dengan catatan karakter tiap produk/kebutuhan, lalu segera hubungi mereka sepagi mungkin. Percaya deh, dalam sehari banyak sekali yang bisa Anda lakukan.

3. Berkelit dari Birokrasi Rumit
Tidak perlu gemas dan ingin ‘membunuh orang’. Coba dong selidiki siapa yang paling berwenang atau decision maker di perusahaan tersebut, dan lakukan pendekatan personal. Biasanya bila kepalanya sudah bisa dipegang, Anda bisa memotong jalur birokrasi yang berbelit-belit. Anda juga bisa mengerahkan jejaring Anda di perusahaan tersebut.

4. Keahlian Menjalin Hubungan
Tak bisa dipungkiri, kelihaian menjalin hubungan personal, cukup menentukan keberhasilan usaha Anda menggaet mereka. Anda tidak harus menjadi psikolog untuk memenangkan hati mereka. Ada beberapa sikap yang biasanya diperlihatkan klien:

* “Wah, mau banget tuh”
Tanpa bertele-tele, mereka langsung oke saat Anda menyodorkan tawaran. Sikap welcome mereka juga ditunjukkan dengan langsung menjadwalkan bertemu dan presentasi, serta terjadi interaksi yang positif antara Anda dan mereka.
Bila akhirnya terjadi transaksi, tetaplah berhubungan. Tanyakan perkembangan setelah mereka menjadi klien Anda. Mintalah komentar atau kritik dari mereka untuk meningkatkan pelayanan perusahaan Anda.

* “Pikir-pikir dulu deh”
Mereka sebenarnya butuh atau mungkin suka dengan tawaran Anda, tapi merasa masih ragu. Bila menemui calon klien seperti ini, jangan mundur. Prinsipnya, yakinkan klien bahwa Anda tahu persis kebutuhan mereka. Berikan sejumlah benefit buat mereka, seolah Anda memang men-service, bukan menjual.
Beri waktu untuk membuatnya kembali berpikir. Biarpun saat itu mereka menolak, suatu hari nanti, bila mereka butuh, Anda pastilah orang pertama yang dicari.

* Enggak minat ah”
Duh, sungguh menjengkelkan memang jika belum-belum mereka sudah bilang tidak berminat. Apa yang bisa dilakukan? Gali lagi latar belakang calon klien dan minat mereka, kemudian dekati dengan cara lain yang lebih personal.
Mengetahui hobi mereka, bisa menjadi celah. Kalau mereka hobi nonton, berikan dong tiket pertunjukan, atau sesekali main ke kantor calon klien, dengan membawa makanan, bergaul dengan orang kantor di sana, dan sebagainya. Lakukan pendekatan untuk membuka peluang, setelah itu, baru ciptakan suatu kebutuhan calon klien terhadap produk Anda.

* Iya sih…tapi…enggak deh”
Sikap dan kemauannya serba tidak jelas. Dibilang nolak, tapi enggak, dibilang oke, tapi kok nadanya nolak? Ah, Anda dibuat pusing oleh ketidakjelasannya. Cara terbaik untuk menghadapi klien seperti ini adalah cari tahu sikap yang sebenarnya. Sebelumnya, Anda perlu tahu dulu kebutuhannya.
Anda bisa mendapatkan info ini dari orang-orang yang bekerja dengannya, atau dari pihak luar yang pernah bekerjasama dengannya. Kalau setelah pendekatan, sikapnya masih ngambang, tidak perlu memaksakan diri. Lebih baik, cari calon klien lain yang lebih punya sikap.

5. Kemampuan Jual
Selain soal kemampuan menjual, ada hal-hal yang sebenarnya sepele, tapi punya manfaat besar dalam interaksi Anda dengan klien. Ini kaitannya dengan pembawaan Anda.

* Penampilan oke
Anda tidak perlu menggerutu jika punya wajah tidak secantik Tamara Bleszynski (dia sih satu banding seribu) Penampilan oke bisa diperoleh dengan berpakaian sesuai ‘tema’ (jangan berpakaian kasual jika Anda menawarkan produk yang sangat feminin). Lalu percaya dirilah (yang ditampilkan dengan bahu tegak, mata menatap pasti, dan senyum yang konstan). Sikap ini akan membuat Anda terlihat sebagai orang yang sukses. Orang tentu akan lebih senang bertransaksi dengan orang yang tampak sukses daripada gagal.

* In the mood
Simpan dalam peti untuk sementara suasana hati yang buruk akibat patah hati. Tampillah dengan penuh gairah saat bertemu calon klien. Sebab hanya dengan emosi yang stabil, dapat tercipta energi dan mood yang baik.

* Say cheese
Senyum itu murah tapi punya dampak yang luar biasa. Senyum juga menular pada orang lain. Dengan senyum Anda dapat mencairkan suasana yang kaku, meredakan ketegangan dan kemarahan. Sulit menemui klien? Perlihatkan dong senyum terbaik Anda.

* Panggil nama
Mereka lebih suka bila Anda menyebut nama, ketimbang memanggil mereka dengan sebutan ibu dan bapak saja. Anda toh tidak sedang berinteraksi dengan orang asing di kendaraan umum, kan?

* Nada dan tekanan suara
Biar pembicaraan tidak monoton, perhatikan nada dan tekanan suara. Ada kata-kata yang perlu diucapkan biasa, dan ada pula yang perlu diberi tekanan untuk menunjukkan pentingnya maksud tersebut.

* Selipkan Humor.
Di sela-sela pembicaraan, selipkan humor yang bisa menyegarkan suasana. Tapi, sebaiknya pilih-pilih humornya agar tidak menyinggung klien. Bukannya sukses, mereka malah kabur.
PUDJO BROKER DAN KONSULTAN PROPERTY RAY WHITE LIPPO CIKARANG
Email : pudjo@raywhite-lippocikarang.com
Telp : (021) 4431.6248
Hp : 0857.1858.2104

Kamis, 04 Februari 2010

TIPS TINGGALKAN RUMAH TANPA RASA KHAWATIR

Ada beberapa langkah yang saya lakukan bila akan meninggalkan rumah untuk waktu yang cukup lama, misalnya untuk waktu 1 minggu lamanya.

Pertama, membersihkan rumah dari segala macam hal seperti perabotan masak ataupun makan yang kotor, pakaian kotor yang apalagi dalam kondisi direndam, sampah basah di dalam rumah serta makanan yang tersimpan di dalam lemari makan ataupun kulkas. Untuk sisa ataupun makanan yang baik berada dalam tempat sampah ataupun memang disimpan dalam lemari makan ataupun kulkas yang mudah basi, hendaknya memang betul-betul bersih dari tempat tersebut guna menghindari dari binatang seperti semut, kecoa, dan tikus. Hal yang patut kita perhatikan bila akan meninggalkan rumah yaitu membersihkan rumah terlebih dahulu.

Kedua, menutup bagian-bagian rumah yang sekiranya sering dijadikan jalan masuk bagi binatang seperti kecoa dan tikus ataupun air hujan ke dalam rumah. Bila musim hujan dan ada bagian rumah yang bocor, cobalah untuk memperbaikinya, dan bila waktu tidak memungkinkan geserlah barang-barang yang berada tepat dibawah terjadinya bocor tersebut. Anda tidak inginkan, setiba Anda pulang dari mudik, perabotan rumah tangga menjadi rusak. Bila perlu dan penting juga untuk diperhatikan yaitu membersihkan dalam kulkas dari berbagai makanan, buah dan sayuran karena akan lebih baik bila kulkas tersebut Anda tinggalkan dalam keadaan dimatikan aliran listriknya.

Ketiga, cabut semua kabel aliran listrik dari stop kontak guna mencegah terjadinya kosleting, mematikan meteran air serta gunakanlah Sensor Light pada lampu untuk lampu luar rumah yang akan dinyalakan selama Anda bepergian. Untuk pengguna kompor gas, wajib untuk mencabut selang regulator yang berada pada tabung gas.

Keempat, dan bila ada tetangga kiri kanan atau depan yang tidak mudik lebaran, ada baiknya Anda pamitan kepadanya sambil memberitahukan kalau Anda akan mudik cukup lama. Bila perlu tinggalkan nomor telepon yang dapat menghubungi Anda selama Anda mudik.

Langkah-langkah tersebut di atas, merupakan langkah-langkah yang sering saya lakukan bila akan pergi lama meninggalkan rumah. Dan setelah kembali dari mudik, kondisi rumah tetap seperti sebagaimana saya tinggalkan yaitu, bersih dan aman, terutama tenang selama ditinggalkan mudik.
PUDJO BROKER PROPERTY RAY WHITE LIPPO CIKARANG
Email :pudjo@raywhite-lippocikarang.com
Telp :(021)4431.6248
Hp :0857.1858.2104

KARATERISTIK INVESTASI TANAH

Dalam konsep ekonomi maka tanah itu mempunyai nilai. Tanah mempunyai karakteristik yang unik karena tidak dapat digunakan secara bersama-sama dengan investasi lain. Ciri lainnya adalah:

1. Setiap persil tanah bersifat unik di lokasinya serta komposisinya, tidak dapat dipindahkan ke posisi yang lebih baik
2. Tanah memerlukan pengembangan agar menjadi lebih produktif
3. Tanah dapat digunakan berulang kali dalam waktu yang lama dan memerlukan berbagai keahlian guna mengoperasikannya dalam pengertian investasi secara benar
4. Tanah itu adanya terbatas dan tidak ada data formal sehingga sulit untuk menemukan segala sesuatu informasi yang kita perlukan tanpa mengadakan penelitian
5. Tanah itu sangat berguna bagi masyarakat namun tidak ada pasar formal seperti Bursa Real Estate atau Pasar Kondominium baik untuk pertukaran maupun jual beli
6. Kebanyakan anggota masyarakat tidak mengetahui banyak tentang penjualan dari properti dan bahkan sangat sedikit mengetahui mengenai negosiasi yang sedang berlangsung
7. Sistem pendanaan dengan jumlah yang besar dan kompleks diperlukan untuk mendukung pasar real estate
8. Adanya kesenjangan waktu yang panjang antara keputusan atas konsep/rencana pengembangan dengan penjualannya dan dalam tenggang waktu tersebut maka berbagai penyimpangan dari rencana akan terjadi
9. Secara relatif tidak bisa dibagi sehingga agak sulit untuk membelinya sesuai dengan ukuran yang kita butuhkan, dan biasanya harus membelinya secara utuh/keseluruhan.
PUDJO BROKER PROPERTY RAY WHITE LIPPO CIKARANG
Email :pudjo@raywhite-lippocikarang.com
Telp :(021)4431.2104
HP :0857.1858.2104

TOPS TIPS PROPERTY INVESTMENT

The property must be good value now – compared with similar properties today,

and is not based on properties going up in value by 10% for each of the next 2-3 years of the build period.

Location, location, location – One development may be 20% cheaper than another, why is that? Which will go up in value by more? What attractions/amenities are there now/will be there on completion? What is likely to be built around the development in the next 2 years while it is being built – will that fantastic view still be there?

Do the maths
Before you think about looking around properties sit down with a pen and paper and write down the cost of houses you are looking at and the rent you are likely to get. Traditionally buy-to-let lenders want rent to cover 125% of the mortgage repayments, although some are relaxing this, and interest rates are higher. Most also look for a 15% deposit, which protects against falling prices.

Think about your target tenant
Instead of imagining whether you would like to live in your investment property, put yourself in the shoes of your target tenant. Who are they and what do they want? If they are students, it needs to be easy to clean and comfortable but not luxurious. If they are young professionals it should be modern and stylish but not overbearing. If it is a family they will have plenty of their own belongings and need a blank canvas.

Know the pitfalls
Before you make any investment you should always investigate the negative aspects as well as the positive. The general consensus is that house prices are relatively stable, but they may drop slightly or even considerably. If that is the case will you be able to continue your investment? Even in popular areas properties can sit empty. One rule of thumb many buy-to-let investors apply is to factor in the property sitting empty for two months of the year this gives a substantial buffer. Homes often need repairing and things can go wrong. If you do not have enough in the bank to cover a major repair to your property, do not invest yet.

Consider how hands-on you want to be
Buying a property is only the first step. Will you rent it out yourself or get an agent to do so. Agents will charge you a management fee, but will deal with any problems and have a good network of plumbers, electricians and other workers if things go wrong. You can make more money by renting the property out yourself but be prepared to give up weekends and evenings on viewings, advertising and repairs. If you choose an agent you do not have to go for a High Street presence, many independent agents offer an excellent and personal service. Select a shortlist of agents big and small and ask them what they can offer you.

Minimise void periods
The key ways of minimising void periods is by having neutral decoration, investing in high demand areas, seeking a new tenant as soon as notice is given and investing in a property type which is in high demand in the area.

Think long term - unless you're buying property off plan and intending to flip it for resale and profit before completion you should view real estate investment as a long term investment. Real estate is a slow to liquidate asset, cash tied up in property is not simple to free up. Take a long term approach to your property portfolio and give your assets time to increase in value before cashing them in for profit.

Think further a field - there are emerging real estate property markets around the world where countries' economies are going from strength to strength, where a growing tourism sector is pushing up demand or where constitutional legislation has been or is about to be changed to allow for foreign freehold ownership of property for example. Look further afield than your own back yard for your next property investment and diversify that real estate portfolio for maximum success

Ensure you are paying a fair price. Always phone around a few estate agents in the area, before buying, be a prospective buyer in the area, and ask how much one should expect to pay for the type of property. This can only take an hour but either confirms whether it is a good deal, or helps you walk away.